Alasan Alves Pilih PSG

Alasan Alves Pilih PSG
Alasan Alves Pilih PSG

Keputusan Dani Alves untuk membatalkan reuninya dengan Pep Guardiola, mantan pelatihnya semasa di Barcelona ternyata menyimpan asal muasal. Disinyalir bakal bergabung ke Manchester City, bek kelahiran Brazil tersebut malah memilih Paris Saint Germain (PSG) sebagai tempat berlabuhnya yang baru di musim 2017 / 2018 mendatang.

Alves sendiri mengakui kalau dirinya punya 2 alasan khusus dengan bergabung ke klub yang berlaga di League 1 Prancis itu. Hal yang pertama adalah PSG dirasa menjadi klub yang sangat berpotensi untuk meraih titel Liga Champion. Lalu hal berikutnya pemain 34 tahun itu memang sudah lama ingin bermain bersama Marco Verratti.

Setelah berstatus bebas transfer pada musim panas tahun ini (2017), Alves hengkang dari Juventus dan pindah ke PSG dengan kontrak berdurasi 2 tahun. Kontrak yang disodorkan oleh PSG sendiri sudah ditekennya kemarin (Rabu, 12 / 7 / 2017).

Alves sendiri dipuji PSG sebagai pemain sepakbola yang sangat berbakat. Melihat perjalanan karirnya yang telah menyabet banyak gelar. Diantaranya adalah 6 kali menjuarai La Liga Spanyol, 4 titel Copa Del Rey, 2 titel Piala UEFA, dan terakhir 3 kali juara Liga Champion. Sekaligus meraih Scudetto di ajang Coppa Italia musim lalu (2016 / 2017). Walaupun pada musim kemarin, pesepakbola yang juga tergabung di timnas Samba itu tidak berhasil menambah titel juara Eropa. Lantaran, Juve harus bertekuk lutut atas Real Madrid di putaran final.

Dengan kegagalannya menjadi juara Eropa musim lalu, Alves pun bertekad untuk menebusnya selama 2 musim kedepan berseragamkan Les Parisiens.

“Saya punya visi untuk menjadi pemain yang juara. Saya melihat itu ada di PSG. Lagipula, disini juga ada (Marco) Verratti. Bisa bermain bersamanya sudah menjadi impian saya sejak lama”, terang Alves yang dilansir di Football Italia dan Reuters.

Beranjak Pulih, Mane Siap Latihan Lagi

Beranjak Pulih, Mane Siap Latihan Lagi
Beranjak Pulih, Mane Siap Latihan Lagi

Sadio Mane, gelandang serang Liverpool dikabrakan sudah mulai pulih dari cedera lututnya. Sontak, pemain asli Senegal 25 tahun itu bakal kembali ke klub dalam waktu yang tak lama lagi.

Naas saat menyambut Everton di Anfield, Mane harus ikhlas ditimpa cedera. Saking parahnya, Mane pun terpaksa sampai harus dioperasi dan mangkir di penghujung musim 2016 / 2017. Namun kini kondisinya dikabarkan beranjak pulih, usai melakoni masa rehab selama 3 bulan.

“Rehabilitasi yang intens terhadap salah satu pemain kami, Sadio Mane membuahkan hasil. Mane saat ini sudah bisa melakukan latihan-latihan ringan, dimana juga termasuk dalam program penyembuhan yang diberikan dokter”, papar manajemen The Reds pada website resmi mereka.

Liverpool sendiri berkata kalau Mane bakal bisa siap ikut latihan dan beraktifitas lagi seperti sedia kala di klub, sekitar 2 minggu lagi. The Anfield Boys memang tengah menggenjot penyembuhan Mane, lantaran mereka sudah mulai menjalani latihan pra musim sejak kemarin (Rabu, 5 / 7 / 2017).

Bisa diperkirakan, Mane bakal absen 1 kali lagi dari penampilan Liverpool. Tepatnya saat melakoni pertandingan uji coba pra musim kontra Tranmere Rovers pekan depan (Rabu, 12 / 7 / 2017) dan melawan Wigan Athletic 2 hari setelahnya.

Liverpool memang nampak berjuang keras untuk memulihkan Mane, dengan alasan performa ciamiknya. Sejak diangkut dari Southampton pada awal musim lalu, Mane sudah mempersembahkan 13 gol dan 8 assist dari 29 kesempatannya merumput di beragam kompetisi.

Jersey MU Sudah Desainnya Jelek, Mahal Pula

Jersey MU Sudah Desainnya Jelek, Mahal Pula
Jersey MU Sudah Desainnya Jelek, Mahal Pula

Baru saja MU (Manchester United) merilis jersey baru untuk berlaga di musim 2017 / 2018), namun cibiran fans sudah langsung mencuat disana-sini.

Para fans hampir semuanya mengeluh soal desain baru seragam MU dan harga jual yang dibanrol oleh klub Setan Merah itu.

Bekerjasama dengan produsen apparel olahraga Adidas sebagai sponsor utama di musim depan, pada bagian bahu jersey diberikan desain 3 strip seperti ciri khas Adidas. Lalu, 2 garis berwarna hitam dan putih menghiasi bagian lengan jersey -nya. Terkait bahan, MU mempercayakan teknologi climacool yang sudah menjadi paten di Jerman dalam bidang tekstil.

Masyarakat ataupun fans yang mau membeli jersey MU teranyar tersebut, harus merogoh kocek sebesar 89,95 Pound atau sebanding dengan 1,5 jt jika diRupiahkan. Sontak, MU pun langsung panen protes dari fans terkait desain ynag dinilai kurang oke dan harga jual jersey yang kemahalan.

Protes tersebut umumnya dituangkan para fans di akun Twitter resmi MU dan Adidas. Diantaranya ada yang mencuit, kalau harga jual senilai 89,95 Pound adalah harga yang sangat menjijikan. Ada pula yang bilang kalau desain baru jersey MU, memberikan kesan old fashion, ketinggalan jaman dan membosankan.

Namun begitu, jersey MU sejatinya bukanlah jersey yang punya harga jual termahal di pasaran. Manchester City bahkan menjual jersey untuk musim depannya seharga 108 Pound atau sekitar 1,8 jt Rupiah per pis. Sedangkan, Tottenham Hotspur juga menjual jersey barunya diatas harga jersey baru The Red Devil. Yaitu, seharga 90 Pound.

Jerman Bilang ‘Ronaldo, Siapa Takut’

Jerman Bilang Ronaldo, Siapa Takut
Jerman Bilang Ronaldo, Siapa Takut

Pada umumnya, disebutnya nama Cristiano Ronaldo sudah pasti membuat lutut pemain lawan gemetar. Namun tidak demikian yang dirasa timnas Jerman. Entah cuma sekedar gertak sambal atau apa, yang jelas mereka menyatakan siap tempur dengan timnas Portugal kalau harus bertemu nantinya.

Bonber berjuluk CR7 itu memang punya jasa besar terhadap majunya timnas Portugal ke fase semi final Piala Konfederasi 2017. Usai 2 gol berhasil dibidaninya, lewat 3 laga yang dilakoninya pada fase grup. Adapun, Ronaldo juga dinobatkan sebagai man of the match di kompetisi tersebut sejauh ini.

Dengan menambah 2 gol lagi di ajang Piala Konfederasi, berarti pemain 32 tahun itu sudah mengemas 56 gol dari 55 kali merumput di seluruh kompetisi pada periode 2016 hingga 2017. Tak heran, calon lawannya (Chile) yang bakal bertemu Portugal besok lusa (Kamis, 29 / 6 / 2017) sudah keringat dingin dibuat Ronaldo. Jika berhasil menggilas Chile, maka mereka tinggal menunggu lawan berikutnya antara Jerman atau Meksiko. Walau, pasar taruhan lebih menjagokan tim Panser sebagai pemenangnya dan akan berhadapan dengan Seleccao nantinya.

Disisi lain, pengamat melihat kalau Jerman boleh bicara apa saja jika nantinya bakal berduel dengan tim besutan Fernando Santos itu. Tapi faktanya, lini bertahan Jerman kini lebih banyak diisi dengan pemain-pemain yang miskin pengalaman di kancah internasional. Kondisi ini tentu saja bakal menjadi makanan empuk bagi juru gedor Real Madrid itu. Namun, lagi-lagi ditegaskan kalau Ronaldo tidak akan membuat mereka merasa takit sama sekali. Seperti yang disamapaikan langsung oleh gelandang bertahan timnas Jerman, Emre Can.

“Kami tahu dia (Ronaldo) pemain yang digadang-gadangkan di dunia saat ini, tapi tidak ada satupun pemain kami yang takut dengan keberadaannya. Kami santai saja, tuh”, ujar Can yang disampaikannya kepada Soccerway.

Keyakinan Jerman didasari juga oleh pengalaman masa lalu mereka terhadap Portugal. Kala bertemu di fase grup ajang Piala Dunia 2014, Ronaldo dan timnya harus bertekuk lutut 0 – 4 atas Jerman dan harus terhenti lajunya.

Lacazette Dilabeli Harga Senilai 969M oleh Lyon

Lacazette Dilabeli Harga Senilai 969M oleh Lyon
Lacazette Dilabeli Harga Senilai 969M oleh Lyon

Striker Lyon, Alexandre Lacazette, tengah dilirik oleh sejumlah klub papan atas. Tau pemainnya laku di pasaran, Lyon melabeli pemain 26 tahun itu seharga 65,000,000 Euro atau sebanding dengan 969 M jika di Rupiahkan.

Kiprah Lacazette di Lyon pun bisa dibilang bagus. Sebanyak 37 gol dipersembahkannya, lewat 45 laga di semua kompetisi.

Dari rumor yang beredar, Atletico Madrid dan Arsenal lah yang paling kesemsem dengan Lacazette. Berlomba-lomba untuk mendapatkan bomber timnas Prancis itu, kabarnya Los Colchoneros sudah lebih dulu mengajukan penawaran kepada Lyon. Sementara itu, Arsenal sikapnya masih plin plan untuk menciduk Lacazette.

“Kami tidak akan melepas pemain oke kami begitu saja. Kalaupun kami melepasnya, kami harus bisa mendapat gantinya juga. Itu kenapa kami pasang dengan harga tinggi”, ujar Jean-Michel Aulas yang menjabat sebagai Presiden Les Gones.

“Jadi bukan berniat untuk menjual secara terburu-buru”, timpal Aulas lagi.

CR7 Memang Jagoan

CR7 Memang Jagoan
CR7 Memang Jagoan

Sukses menutup La Liga musim lalu, tidak berarti membuat penampilan Cristiano Ronaldo kendor bersama timnas (Portugal) di kompetisi Piala Konfederasi. Tak heran, kalau striker berjuluk CR7 itu digadang-gadang Real Madrid sebagai pemain yang mampu membawa klubnya juara di Liga Champion serta La Liga 2016 – 2017. Sebanyak 42 gol berhasil ia lesakkan ke gawang lawan selama semusim di semua ajang. Termasuk 2 gol  yang membawa kemenangan El Real atas Juventus di babak final Liga Champion.

Saat ini, Ronaldo bersikekeh untuk membuat Seleccao Das Quinas jadi juara di Piala Konfederasi. Walau sebelumnya, sempat ditahan imbang 2 – 2 oleh Meksiko di laga perdana. Namun selanjutnya, pria 32 tahun itu juga tidak pernah absen bikin gol. Yaitu, saat Portugal mencukur Rusia 1 – 0 dan menggilas Selandia Baru dengan perolehan 4 – 0. Dimana, membuat dirinya menjadi pencetak angka terbanyak di Piala Konfederasi sejauh ini.

Mengemas 142 caps untuk timnas Portugal, Ronaldo total sudah membidani 75 gol. Hampir menyamakan rekor Ferenc Puskas dan Sandor Kocsis yang sudah mempersembahkan 84 gol bagi timnas Hongaria.

“Saya hanya melakukan yang terbaik buat tim. Saya tidak pernah menyia-nyiakan setiap peluang bikin gol. Itu saja kuncinya”, ujar Ronaldo yang diwawancara Soccerway usai bertanding dengan Selandia Baru akhir pekan kemarin (Sabtu, 24 / 6 / 2017).

Selanjutnya, Portugal sedang menunggu antara Chile ataupun Jerman yang bakal menjadi lawannya di putaran semi final Piala Konfederasi 2017.